23 Desember 2011

Partial Least Square

Partial Least Square (PLS) dikembangkan pertama kali oleh Herman Wold (1982). Ada beberapa metode yang dikembangkan berkaitan dengan PLS yaitu model PLS Regression (PLS-R) dan PLS Path Modeling (PLS-PM ). PLS Path Modeling dikembangkan sebagai alternatif pemodelan persamaan struktural ( SEM) yang dasar teorinya lemah. PLS-PM berbasis varian berbeda dengan metode SEM dengan software AMOS, Lisrel, EQS menggunakan basis kovarian.
Ada beberapa hal yang membedakan analisis PLS dengan model analisis SEM yang lain :
  1. Data tidak harus berdistribusi normal multivariate.
  2. Dapat digunakan sampel kecil. Minimal sampel >30 dapat digunakan.
  3. PLS selain dapat digunakan unutk mengkonfirmasikan teori, dapat juga digunakan untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antar variabel laten.
  4. PLS dapat menganalisis sekaligus konstruk yang dibentuk dengan indikator reflektif dan formatif
  5. PLS mampu mengestimasi model yang besar dan kompleks dengan ratusan variabel laten dan ribuan indikator (Falk and Miller, 1992)
Pemodelan dalam PLS-Path Modeling ada 2 model :
  1. Model structural (Inner model) yaitu model struktural yang menghubungkan antar variabel laten.
  2. Model Measurement (Outer Model yaitu model pengukuran yang menghubungkan indikator dengan variabel latennya.
Model Partial Least Square

Dalam PLS Path Modeling terdapat 2 model yaitu outer model dan Inner model. Kriteria uji dilakukan pada kedua model tersebut.

16 Desember 2011

Analisis Regresi Ordinal

Metode regresi ordinal digunakan untuk memodelkan hubungan antara variabel dependen yang berskala ordinal, misalnya perbedaan kepuasan mahasiswa yang berkaitan dengan pengalaman masa kuliah, dan penjelasan variabel yang menyangkut demografi dan suasana belajar.  Variabel dependen untuk kepuasan siswa diukur dengan golongan , kategori skala empat likert : sangat puas, tidak puasa, puas dan sangat puas.Variabel demografi misalnya gender dan ras. suasana belajar menyangku masalah keterlibatan fakultas, materi kurikulum, penunjang fasilitas dan aktivitas waktu belajar. Untuk membangun model regresi ordinal yang perlu diperhatikan adalah variabel mana yang harus dimasukkan kedalam model dan memilih fungsi hubungan (misal. logit link atau complemeary link) yang menunjukkan kesesuaian model. Selain itu, model statistik yang sesuai, keakuratan hasil klasifikasi dan valdasi model, misalnya parallel lines, umumnya digunakan untuk menyeleksi model yang terbaik.
Seperti penjelasan di atas, regresi ordinal adalah regresi dimana variabel dependen atau terikat yang menggunakan skala ordinal. Apa itu skala ordinal? Skala ordinal adalah skala pengukuran berupa data tingkatan atau rangking. Sedangkan variabel independen atau bebasnya bisa berupa  covariate (jika skala interval atau rasio) dan factor (jika skala nominal atau ordinal)
Terdapat lima pilihan regresi ordinal atau disebut option link. Pilihannya tergantung dari distribusi data yang dianalisis. Kelima option link tersebut adalah :
  1. Logit. program SPSS secara default menggunakan opsi ini. Digunakan pada kebanyakan distribusi data.
  2. Complementary log-log. Digunakan untuk data yang mempunyai kecenderungan bernilai tinggi.
  3. Negative Log-log. Digunakan untuk data yang mempunyai kecenderungan rendah.
  4. Probit. Digunakan jika variabel laten terdistribusi secara normal.
  5. Cauchit (Inverse Cauchy). Digunakan jika variabel laten mempunyai nilai yang ekstrim
Contoh kasus
Seorang dosen ingin meneliti hubungan antara gender dan minat belajar di sebuah universitasnya. Variabel independen terdiri dari gender dan nilai prestasi belajar sedangkan variabel dependen adalah minat belajar diukur dalam 3 tingkatan yaitu rendah, sedang dan tinggi.
Download artikel [PDF]

Analisis Varians Dua Arah (Two-Way Anova)

"Analysis of variance is statistical technique used to determining whether samples come from populations with equal means. Univariate analysis of variance employs on dependent measure, whereas multivariate analysis of variance compares samples based on two or more dependent variables,"( Hair, Anderson, Tatham, Black, 1995).
Analisis varians adalah teknik statistik yang digunakan untuk memutus apakah sampel yang berasal dari populasi mempunyai mean yang sama. Analisis univariat menggunakan satu sampel dependen, sedangkan analisis multivariat membandingkan satu atau lebih variabel dependen.
Ketika perbandingan rata-rata melibatkan paling sedikit tiga kelompok data, maka dapat digunakan analisis varians. Analisis dengan satu faktor disebut One-Way Anova, analisis varians dua faktor disebut Two-Way Anova dan analisis tiga faktor disebut Three Way-Anova.
Contoh kasus
Seorang manajer supermarket ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan jumlah pengeluaran antara jenis kelamin, dan tipe berbelanja. Jenis kelamin dibagi 2 yaitu wanita dan laki-laki. Tipe berbelanja dibagi 3 yaitu : tipe 1 (sebulan sekali), tipe 2 (sebulan 2 kali) dan tipe 3 (sebulan >2 kali).
Langkah-langkah analisis :
  1. Klik Analyze>General Linier Model>Univariate
  2. Masukkan Jumlah Belanja ke Dependent Variable
  3. Masukkan variable Jenis kelamin, tipe berbelanja ke kolom Fixed Factor
  4. Klik Option, pilih Homogenity test dan Descriptive statistics
  5. Blok Overall, Jenis kelamin, tipe berbelanja dan pindahkan ke kolom Display mean for
  6. Klik Save, pilih Standardized
  7. Klik Continue, kemudian OK
Download artikelnya [PDF]

15 Desember 2011

Measurement of Agreement Cohen's kappa

Ketika kita memiliki dua variabel nominal dengan nilai yang sama (biasanya dua observasi atau skor dengan kode yang sama), kamu dapat menggunakan Cohen's Kappa untuk mengetahui reliabilitas atau kesamaan dalam pengukuran. 
"When we have two nominal variables with the same values (usually two raters' observations or scores using the same codes), you can compute Cohen's Kappa to check the reliability or agreement between the measures" (George, Nancy, Gene, Karen, 2004).
Penerapan metode ini dalam manufaktur biasanya diterapkan di bagian quality kontrol. Barang-barang yang diproduksi akan di kontrol dibagian ini, barang diterima (accept) sesuai standard atau ditolak (reject). Ada 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu alat ukur pengetesan yang dipakai dan karyawan yang melakukan pengetesan.  Dalam hal ini Measurement of Agreement Cohen's Kappa digunakan untuk mengukur kesesuaian antara hasil evaluasi dua buah alat ukur (alat ukur pengetesan dan karyawan pengetesan) ketika alat ukur tersebut digunakan untuk subyek yang sama.

Contoh kasus
Perusahaan formula memproduksi komponen piston untuk komponen sepeda motor. Dalam 2 bulan terakhir, perusahaan sering mendapatkan komplain/penolakan dari perusahaan penerima komponen hasil produksinya. Hal ini berkaitan dengan lolosnya komponen piston yang ditolak (reject). Oleh karena itu untuk mengurangi lolosnya komponen yaang ditolak dan meningkatkan kualitas pengawasan , bagian quality control perusahaan ingin mengetahui tingkat kemampuan karyawan pada bagian QC. pertama, supervisor quaity kontrol mengambil 13 komponen piston yang ditolak (reject) dan 17 piston yang diterima (accept), kemudian komponen tersebut diacak namun sebeumnya ditandai nama piston yang reject dan accept. Ada 3 karyawan bagian quality kontrol yang akan melakukan pengetesan, mereka diminta memeriksa setiap komponen 1-30 tersebut apakah termasuk kategori ditolak (reject) atau diterima (accept). Siapakah diantara ketiga karyawan tersebut memiliki tingkat pengawasan terbaik?
Langkah-langkah analisis :
  1. Klik Analyze>Descriptive Statistics>Crosstabs
  2. Masukkan variabel komponen uji standard ke dalam Coulomn
  3. Masukkan variabel karyawan A kelom Row(s)
  4. Klik tombol Statistics dan pilih Kappa
  5. Kemudian klik Continue dan OK
Ulangi langkah ke-2 sampai ke-5 untuk variabel karyawan B dan karyawan C.

Download artikelnya [PDF]

12 Desember 2011

PERANAN MEDIATOR DALAM PLS MODEL

Dalam model SEM, konsep dasar analisis yang melibatkan variabel mediator apabila variabel eksogen (independen) mampu mempengaruhi variabel endogen (dependen) melalui variabel lain yang disebut dengan variabel mediator (M). Artinya variabel independen (X) dapat mempengaruhi variabel mediator dan variabel mediator (M) mempengaruhi variabel dependen (Y). Secara visual dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Peranan Mediator dalam PLS

Menurut Baron dan Kenny (1986), peranan variabel sebagai mediator terjadi apabila :
  1. Variasi pada variabel independen mampu menjelaskan secara signifikan variasi dalam variabel mediator (path a)
  2. Variasi pada variabel mediator mampu menjelaskan secara signifikan variasi dalam variabel dependen (path b)
  3. Ketika variabel mediator dikontrol (path a dan path b), hubungan antara variabel independen dan variabel dependen tidak atau signifikan (path c)

04 Desember 2011

UJI WILCOXON

Uji Wilcoxon termasuk dalam pengujian nonparametrik. Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan antara dua kelompok data yang saling berhubungan. Uji ini memiliki kekuatan tes yang lebih dibandingkan dengan uji tanda. Asumsi-asumsi untuk uji Wilcoxon. Data yang digunakan setidaknya berskala ordinal.
Contoh kasus.
Dari 15 orang siswa TK diminta menyusun urutan angka dari yang terkecil sampai yang terbesar. Skor dihitung dari benarnya susunan. Pada hari berikutnya siswa-siswa tersebut diminta kembali untuk menyusun angka tersebut dengan diiringi musik.


Hasil Nilai Urut Angka
Langkah analisis
  1. Klik Analyze>Nonparametric Test>2 Related Sample
  2. Masukkan kedua variabel kekolom Test Pair List
  3. Pilih Wilcoxon, klik Continue
  4. Kemudian OK
Hipotesis :
H0 = Tidak terdapat perbedaan skor yang signifikan terhadap perlakuan tanpa musik dan dengan musik
H1 = Terdapat perbedaan skor yang signifikan terhadap perlakukan tanpa musik dan dengan musik
Kriteria uji : Tolak hipotesis nol (H0) jika nilai signifikansi p-value (<0.05)
Hasil Output SPSS

Hasil Uji Wilcoxon

ANALISIS HIERARCHICAL CLUSTER

" Cluster analysis is technique for grouping individual or object into clusters so that object in same cluster are more like one another than they are like object in other cluster. Specifically the objective is to clasify a sample of entities (individual or object) into a small number mutually exclusive groups based on the similarites among the entities. Cluster analysis usually involves at least two step. The first is the measurement of some form of similarity or association between the entties to determine how many groups really exist in the sample. The second step is to profile the person or variable to determine their composition " (Hair, Anderson, Black, 1995)
Analisis kluster adalah teknik untuk mengelompokkan individu atau objek menjadi beberapa kelompok tertentu dimana setiap objek yang berada dalam kluster yang sama mempunyai kemiripan satu dengan yang lain dibandingkan dengan anggota kluster yang lain. Secara khusus, tujuan analisis kluster adalah untuk menklasifikasikan entitas sampel (individu atau objek) menjadi sejulah kecil kelompok khusus yang didasarkan pada kemiripan antar entitas. Analisis kluster umumnya membutuhkan dua tahapan. Pertama, mengukur kemiripan atau asosiasi diantara entitas untuk menentukan berapa banyak kelompok yang akan dipakai pada sampel . Kedua, memprofilkan orang atau variabel untuk menentukan posisinya (Hair, Anderson, Tatham, Black, 1995)
Sumber : Yamin dan Kurniawan, 2009

02 Desember 2011

UJI MANN-WHITNEY U

"The Mann-Whitney U test is a nonparametric test for beween-subjects design using two levels of an independent variable scores that are measured at least at ordinal level. It is often used in place of the t test for independent groups when there is an extreme violation of the normality assumption or when the data are scaled at a level that is not appropriate for the t test" (Robert Ho, 2006)

Uji Mann-Whitney U adalah tes nonparametrik yang digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan respon dari 2 populasi data yang saling independen ketika data lebih lemah dari skala interval. Uji ini dapat disamakan dengan t test untuk 2 kelompok yang independen ketika terjadi pelanggaran terhadap asumsi normalitas atau skala data tidak sesuai untuk uji t. Formula uji U :

Rumus Mann Whitney

Dimana : U = Nilai Mann Whitney,= Jumlah sampel pertama,  = Jumlah sampel kedua, 1 dan 2 = konstanta, R = Jumlah jenjang sampel.
Contoh kasus
Seorang guru bahasa Inggris ingin mengetahui apakah ada perbedaan nilai kemampuan conversation bahasa Inggris antara siswa laki-laki dan perempuan. Diambil 30 siswa sebagai sampel.
 
Nilai Bahasa Inggris

Langkah analisis :
  1. Klik Analyze > Nonparametric > 2 Sample Independent
  2. Masukkan nilai conversation ke dalam kolom Variable List
  3. Masukkan variabel jenis kelamin ke dalam kolom Grouping
  4. Klik Define group, isi angka 1 dan angka 2. Klik OK
Hipotesis :
H0= Tidak ada perbedaan nilai conversation bahasa Inggris antara siswa laki-laki dan perempuan
H1= Terdapat perbedaan nilai conversation bahasa Inggris antara siswa laki-laki dan perempuan

Kriteria uji : Tolak hipotesis nol (H0) jika nilai signifikan p-value (< 0.05)
Hasil Output SPSS
Nilai Rank
Hasil Uji Mann Whitney


Oleh karena nilai signifikansi p-value sebesar 0.000 ( < 0.05) maka tolak hipotesis nol (H0). artinya bahwa terdapat perbedaan nilai conversation bahasa Inggris antara siswa laki-laki dan perempuan.

Download artikel [PDF]