11 Februari 2021

Langkah Analisis Korespondensi Dengan SPSS

Analisis Korespondensi atau correspondence analysis adalah bagian analisis multivariat yang mencari hubungan antara 2 atau lebih variabel dengan memperagakan baris danm kolom secara bersama dari tabel kontingensi 2 arah dalam ruang vektor berdimensi. 

Contoh kasus

Dalam kasus ini kita akan membandingkan keunggulan dari 10 toko swalayan yaitu A, B, C, D, D, F, G, H, I dan J. Responden diberi kuesioner untuk menjawab pertanyaan mengenai atribut toko pada swalayan tersebut. Ada 8 atribut/variabel toko yang akan diajukan dalam kuesionern antara lain : 

  1. Lokas swalayan
  2. Harga
  3. Keramahan kasir
  4. Layout toko
  5. Kecepatan pelayanan
  6. Kualitas produk
  7. Kenyamanan
  8. Penanganan keluhan

Responden memberi nilai pada atribut-atribut toko dengan 2 pilihan yaitu memuaskan dan tidak memuaskan.

  1. Nilai 0, yang berati atribut toko tersebut tidak memuaskan.
  2. Nilai 1, yang berarti atribut toko tersebut sudah memuaskan.

Hasil jawaban responden dari kuesioner  sebagai berikut :

Pada atribut/variabel lokasi, Toko swalayan A dinilai memuaskan oleh responden sebanyak 4 responden, swalayan B = 3 responden, swalayan C = 1 responden, swalayan D = 13 responden, swalayan E = 9 responden, swalayan F = 6 responden, swalayan G = 3 responden, swalayan H = 18 responden, swalayan I = 2 responden, dan swalayan J = 10 responden. Begitu seteerusnya juga untuk variabel harga, keramahan kasir, layout, kecepatan pelayanan, kualitas produk, kenyamanan dan penanganan keluhan.

Langkah Analisis Korespondensi dengan SPSS

Langkah analisis Korespondensi tidak seperti yang lain menggunakan menu-menu yang sudah disediakan SPSS. Langkahnya Klik File > Open > Data.

Selanjutnya kita akan menggunakan syntax  yaitu perintah pemrogaman, perintah ini sebenarnya identik dengan pengisin menu kotak dialog yang seperti dilakukan lewat SPSS Data editor. Perintah ini sangat sederhana dan mudah dipahami, karena SPSS adalah sebuah sofware aplikasi bukan software pemrograman.

Langkah : Klik File > New > Syntax

Tulis perintah seperti pada gambar di bawah ini.

 

Hasil Output  Analisis Koreslondensi dengan SPSS

Pada table to be analyzed di atas merupakan tabel tampilan data kategori masing-masing baris dan kolom.

 

Tabel Rowprofile berisi prosentase tiap baris didasarkan pada jumlah baris yang bersangkutan. Sebagai contoh pada baris 1 kolom 1 atau toko A terdapat angka 0.058 dan 0.043 untuk baris 1 dan kolom 1 (toko B).

  • (4/69) x 100% = 0.0579 %
  • (3/69) x 100% = 0.0434 %

 

Tabel the colomnprofiles berisi prosentase tiap kolom didasarkan pada jumlah total kolom bersangkutan. Sebagai contoh pada baris dan kolom 1 terdapat angka 0.043 dan baris 2 kolom 1 terdapat angka 0.163. 
  •  (4/92) x 100% = 0.0434 %
  • (15/92) x 100% = 0.163 %

Tabel dimensi menunjukkan jumlah dimensi grafik yang akan ditampilkan. Ada 7 dimensi yang dibuat. Jika hanya ada 1 dimensi yang dibuat maka mempunyai proporsi sebesar 0.531 atau 53,1%. Apabilai 2 dimensi 
mempunyai proporsi sebesar 0,863 atau 0.86.3%.

Pada tabel Row scores di atas, karena nantinya akan dibuat dalam dua dimensi saja yaitu dimensi 1 dan dimensi II untuk posisi atribut dengan grafik. perhatikan pada kedelapan atribut di atas dan posisi grafik berdasarkan kordinat yang ada di Dimensi 1 dan Dimensi II. Grafik untuk atribut dan toko selengkapnya disajikan pada tabel di bawah ini.


Untuk masing-masing toko swalayan, garfiknya dapat dilihat pada gambar di atas, untuk row score merupakan grafik untuk atribut toko sedangkan column score untuk toko swalayan. Selanjutnya perhatikan grafik di bawah. Garfik ini merupakan penggabungan antara skor baris dan kolom.

Ada empat (4) kuadran pada grafik row and column score di atas :

  1. Kuadran I (kiri atas). Terdapat toko C, Toko I dan atribut variabel 2 (harga). Hal ini berarti toko C dan I mempunyai kelebihan/keunggulan pada atribut harga. Penilaian konsumen memuaskan pada toko C dan I dalam hal harga produk.
  2. Kuadran II (kanan atas). Terdapat toko D, Toko E dengan atribut 5 (kecepatan pelayanan) dan atribut 7 (kenyamanan). Hal ini berarti toko D dan E mempunyai kelebihan/ keunggulan pada atribut kecepatan pelayanan dan kenyamanan. Penilaian konsumen memuaskan pada toko D dan toko E dalam hal kecepatan pelayanan dan kenyamanan.
  3. Kuadran III (kanan Bawah). Terdapat toko J, toko H, atribut 1 (lokasi), dan atribut 4 (layout). Hal ini berarti toko J dan toko H mempunyai kelebihan/keunggulan pada atribut lokasi dan layout toko.
  4. Kudaran IV (kiri Bawah). Terdapat toko A, B, G, F, atribut 3 (keramahan kasir), atribut 6 (kualitas produk) dan 8 (penanganan keluhan). Penilaian konsumen memuaskan pada toko A, B, G, dan F dalam hal kualitas produk dan penangganan keluhan.

Kesimpulan dari analisis tersebut masing-masing toko mengetahui atribut toko yang dianggap memuaskan oleh konsumen dan pesaing antara toko satu dengan toko lainnya.  Sehingga manajer toko swalayan dapat mengambil keputusan strategi yang tepat untuk bisa bersaing.