18 April 2013

Analisis Chi Square

Uji Chi-square atau qai-kuadrat digunakan untuk melihat ketergantungan antara variabel bebas dan variabel tergantung berskala nominal atau ordinal. Prosedur uji chi-square menabulasi satu atau variabel ke dalam kategori-kategori dan menghitung angka statistik chi-square. Untuk satu variabel dikenal sebagai uji keselarasan atau goodness of fit test yang berfungsi untuk membandingkan frekuensi yang diamati (fo) dengan frekuensi yang diharapkan (fe). Jika terdiri dari 2 variabel dikenal sebagai uji independensi yang berfungsi untuk hubungan dua variabel. Seperti sifatnya, prosedur uji chi-square dilkelompokan kedalam statistik uji non-parametrik.
Semua variabel yang akan dianalisa harus bersifat numerik kategorikal atau nominal dan dapat juga berskala ordinal. Prosedur ini didasarkan pada asumsi bahwa uji nonparametrik tidak membutuhkan asumsi bentuk distribusi yang mendasarinya. Data diasumsikan berasal dari sampel acak. Frekuensi yang diharapkan (fe) untuk masing-masing kategori harus setidaknya :
Tidak boleh lebih dari dua puluh (20%) dari kategori mempunyai frekuensi yang diharapkan kurang dari 5.
Formula uji Chi Square :
Rumus Chi-Square
Dimana :

= Nilai khai-kuadrat
 fo = frekuensi observasi/pengamatan
fe = frekuensi ekspetasi/harapan

Contoh kasus
Perusahaan penyalur alat elektronik AC ingin mengetahui apakah ada hubungan antara gender dengan sikap mereka terhadap kualitas produk AC. Untuk itu mereka meminta 25 responden mengisi identitas mereka dan sikap atau persepsi mereka terhadap produknya.
Permasalahan : Apakah ada hubungan antara gender dengan sikap terhadap kualitas AC?

Hipotesis :
  • H0 = Tidak ada hubungan antara gender dengan sikap terhadap kualitas AC
  • H1 = Ada hubungan antara gender dengan sikap terhadap kualitas AC
Tolak hipotesis nol (H0) apabila nilai signifikansi chi-square < 0.05 atau nilai chi-square hitung lebih besar (>) dari nilai chi-square tabel.
Data dari keduapuluh lima responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Data Sikap Responden
Ket. : Gender : 1 = Laki-laki; 2 = Wanita, Sikap: 1 = berkualitas, 2 = Tidak berkualitas

Langkah-langkah SPSS
  1. Analyze > Descriptive Statistics > Crosstab
  2. Masukkan variabel Gender ke dalam kotak Row
  3. MAsukkan variabel Sikap ke dalam kotak Column
  4. Klik untuk pilihan Statistics
  5. Pilih menu Chi-square, tekan Continue
  6. Pilih Cell, Observed, tekan Continue
  7. Klik Ascending, tekan Continue
  8. Tekan OK
Hasil output SPSS
Case Processing Summary

Pada tabel case processing summary diatas menunjukkan bahwa input data ada 25 responden  dan tidak ada data yang tertinggal.
Gender*Sikap


Pada tabel crossstabulasi antara gender*sikap di atas bahwa gender laki-laki berjumlah 12 responden. Dari 12 responden laki-laki bersikap/menganggap berkualitas sedangkan 5 responden bersikap tidak berkualitas. Sedangkan 13 responden  bergender wanita yang menganggap produk AC berkualitas sebanyak 6 responden dan yang bersikap tidak berkualitas ada 7 responden.

Hasil Uji Chi-Square test

Pada tabel chi-square test di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi p-value sebesar 0.543 dan nilai chi-square sebesar 0.371. Karena nilai signifikansi 0.543 > (0.05) maka hipotesis null diterima yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara gender dengan sikap terhadap kualitas AC.

Download Artikel [PDF]

60 komentar:

Iman Jaladri mengatakan...

Cara membaca tabel silang menurut saya tidak bisa hanya membaca countnya. Tapi harus dibuat persen kolom atau baris. Tergantung desain penelitianya. Asal jangan persen total karena hasinya akan sama dengan membaca count.
Mengapa perlu dibuat presentase dulu, karena uji ini adalah untuk membandingkan proporsi. Lebih besar mana proporsi kasus atau kontrol pada yang terpapar atau tidak ...

Unknown mengatakan...

kak mau tanya kalau tabel 2 x 2 chi squre membacanya benar menggunakan continuity correction?
kalau mau liat χ2 itu tetap pada continuity correction ato pada χ2 chi square??
thanks,,,

Suseno Bimo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Suseno Bimo mengatakan...

Nikmah: Untuk membaca nilai uji chi-square dengan tabel 2x2 bisa dengan melihat nilai Pearson Chi-square dan continuity correction. Nilai continuity correction cenderung lebih kecil di bandingkan Pearson chi-square karena continuity correction sebagai uji untuk koreksi terhadap kesalahan pengambilan keputusan hipotesis. Dalam hal ini kesalahan tipe 1 yaitu kesalahn terjadi jika menolak H0, padahal H0 yang benar. Jika keputusan menolak H0, nilai p-value Pearson chi-squre dan continuity correction harus signifikan.

Rumadi Putra mengatakan...

Mas Kalo missal missal nilai chi square hitung Lebih beast Dari nilai chi square table dan nilai signifikansi Lebih Kecil Dari nilai alpha Maka interpretasinya bagaimana ya?

Suseno Bimo mengatakan...

Ramadi Putra : Kalau chi-square hitung>chi-square tabel dan nilai signifikansi <0.05 (alpha) keputusan tolak hipotesis nol (H0)

nudi28 mengatakan...

Klo nilai chisquare nya signifikan trus nilai continuity correction nya tdak sgnifkan..trus nilai yg mna yg harus d jdikan patokan pngambilan ksimpulan?? Mohon jwabannya pak..

Unknown mengatakan...

mas kalau yng t hit lebih besar dri t table kan trma h1 ya,, berati tedpt perbedaan,,, nah kalau ada pertanyaan perbedaan yng seperti apa yg terlihat,,, itu jawabnya bagaimana y mas.. trmksh

Unknown mengatakan...

Huruf C dari hasil uji chi square itu apa y artinya min dan huruf P juga apa y artinya

Suseno Bimo mengatakan...

Tetap gunakan nilai chi-square, nilai continuity correction hanya mengoreksi kesalahan tipe I.

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum pak.
saya mau tanya, jika variabel independen saya menggunakan skala ordinal dan dependen menggunakan skala nominal, analisa data yang cocok menggunakan apa ya?
Terimakasih.

Pedri Haryadi mengatakan...

Kesimpulan di atas sepertinya lebih tepat kalau dikatakan bahwa "Tidak ada perbedaan sikap/pendapat antara laki-laki dengan perempuan dalam menilai kualitas AC", karena kalau dikatakan "hubungan" agak aneh terjemahannya. kalaupun ada hubungan antara gender (laki-laki dengan perempuan) dengan kualitas AC, bagaimana bisa ada hubungan? kecuali persoalan AC tersebut dilihat dari pembuatnya (yang misal berjenis kelamin laki-laki dan perempuan)kemudian ingin dilihat mana dari kedua kelompok jenis kelamin tersebut yang dapat membuat AC yang lebih berkualitas. Boleh dikoreksi juga apabila pendapat saya kurang berkenan. Tapi terima kasih sudah share materinya, sangat bermanfaat ^_^

Unknown mengatakan...

pak, kalau misalnya nilai koefisien kontingensinya lebih besar daripada nilai signifikannya, menurut anda interpretasinya bagaimana? mohon tanggapannya, terima kasih

Unknown mengatakan...

Ka, klo tabel 2x4 trs nilai harapannya ada yg kurang dari 5 bacanya d mana?

Suseno Bimo mengatakan...

Yayi Gamma : Perbedaan antara frekuensi Observasi dan frekuensi ekspetasinya

Suseno Bimo mengatakan...

ismi alfin faradhillah : berarti tidak signifikan. artinya tidak ada perbedaan antara observasi dan ekspektasi

Suseno Bimo mengatakan...

ayu endang budiarsih : jika ada nilai < 5 model tabel dapat dibuat menjadi 2X3 atau 2x2. Jadi ada pengurangan baris pada tabel.

Unknown mengatakan...

Kak kalau saya mengambil variabel terikatnya ada 2 stroke iskemik dan stroke hemoragik apakah bisa dijadikan satu tabel saja atau dua kali melakukan chi square kak?

Suseno Bimo mengatakan...

Unknown :gunakan 2 kali uji chi square

Nur intan mengatakan...

Pak.. kalau bentuk tabel nya 2x1 bisa tidak dilakukan uji square?

Suseno Bimo mengatakan...

nur intan : untuk tabel 2x1 tidak bisa uji chi-square. uji chi-square untuk tabel 2x2

Unknown mengatakan...

Klo 2x3 atau 3x3 jikq persenya 50 % gmna

Anonim mengatakan...

ka mau tanya kalau baca kekuatan hubungan di uji square spss bacanya yg mananya? tks

Hannan ES mengatakan...

Inter pretasinya bagaimana min.?

Kanjigar mengatakan...

Pak izin bertanya
1. Jika tabel 3x2 apakah bisa memakai analisis chi square? Jika tidak memakai apa?
2. Jika setelah analisis chi square hasilnya tidak signifikan, apakah setelah itu dapat dilakukan analisis multivariat? ( misal penelitian multivariat) jika tidak bisa lalu bagaimana?
Terimakasih

Suseno Bimo mengatakan...

Unknown : yang dimaksud 50% yang mana? antara nilai baris dan kolom atau masing-masing kolom.

Suseno Bimo mengatakan...

Anonim : kekuatan hubungan uji chi-square dapat dilihat pada hasil uji coefficient contingency.

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum kak, ijin di jadikan refrensi iya kak

Suseno Bimo mengatakan...

kanjigar :
1. Lebih baik dibuat tabel 2x2
2. Kalau analisis chi-square tidak signifikan maka tidak perlu analisis multivariat.

Suseno Bimo mengatakan...

Unknown : Waalaikumsalam : ya silahkan

Unknown mengatakan...

Pa .kasih bntu saya bikin alasan dong knp saya memilih uji chi square..msa iya saya bilang ikut"an tmn����

Suseno Bimo mengatakan...

Unknown : Alasan menggunakan analisis chi square antara lain : bertujuan untuk mecari sebuah hubungan antara 2 variabel, skala variabel bisa nominal atau ordinal, sampel kecil dan penelitian bersifat nonparametrik.

lorafazira mengatakan...

Kk, Mohon bantuannya,kalau tabel kita 2 x 2 trus kita mau melihat p value nya boleh menggunakan person chi square atau harus continuity corection kk?

Suseno Bimo mengatakan...

lorafariza :cukup dengan person chisquare, tetapi uji continity correction dilakukan jika pada tabel crosstab ada sel yang ber-frekuensi <5.

My name is Dee mengatakan...

Assalamualaikum pak. Saya ingin bertanya jika data yang skala gunakan ordina dan rasio untuk melihat hubungan 2 variabel, menggunakan crosstab dengan chi square. Untuk mengolah datanya bagaimana ya pak. Apakah data rasio nanti akan diubah ke data yg lebih rendah dan diberi kode atau bagaimana ya pak. Terima kasih

Suseno Bimo mengatakan...

Deequa.my.id : Waalaikumsalam..iya data rasion diubah ke ordinal dan diberi kode.

Lztrrhm mengatakan...

Pak izin bertanya, apakah uji chi square ini merupakan pilihan untuk uji data normal ataupun tidak normal ?
Chi square merupakan uji non parametrik. Jika ternyata datanya normal, uji apa yg akan digunakan untuk melihat hubungan ?

My name is Dee mengatakan...

Ketika sudah diubah menjadi ordinal maka data hubungannya ordinal dengan ordinal, jadi pk saya ingin bertanya lagi perbedaan chi squre dengan rank spearman apa ya pak sehingga ketika skala data mya sama ordinal tetapi tetap menggunakan chi square🙏

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum mohon izin bertanya jika variabel independen saya menggunakan skala nominal dan variabel dependen menggunakan skala ordinal apa bisa menggunakan uji chi square? Terimakasih

Suseno Bimo mengatakan...

Lztrrhm :chi square untuk data tidak normal. Kalau normal (skala interval atau rasio, dapat diuji dengan korelasi Pearson.

Suseno Bimo mengatakan...

Deequa : chi-square dapat digunakan dari data nominal dan ordinal. Sedangkan rank spearman hanya data ordinal.

Suseno Bimo mengatakan...

Unknown : ya bisa dengan chi-square

Unknown mengatakan...

Mas maaf mau tanya
Hasil statistik diperoleh p=0,870 maka kesimpulan ada perbedaan proporsi kejadian nyeri haid antara tidak konsumsi minum kunyit asam dan minum kunyit asam (ada hubungan namun tidak signifikan antara konsumsi minum kunyit asam dan nyeri). Dari hasil diperoleh pada nilai OR 1,207
Jadi cara pembahasan kaya gini gimana ya mas ? Tolong dijawab ya mas

ay mega mengatakan...

Selamat siang pak, maaf mengganggu waktu,, saya bolh bertanya, apakah uji chi square boleh digunakan untuk mengetahui saja apakah ada hubungan atau tidak terkait variabel independt ( skala ordinal) dengan variabel dependent (skala nominal)? mohon balasannya dan terimakasih pak

Suseno Bimo mengatakan...

Unknown : kalau hasilnya tidak ada pengaruh yang signifikan, maka nilai Odds rasio yaitu perubahan nilai pada variabel Y karena adanya peningkatan variabel X maka tidak perlu diinterpretasikan.

Suseno Bimo mengatakan...

ay mega :Siang...Ya uji chi-square hanya menguji ada tidaknya hubungan antara 2 variabel.

Anonim mengatakan...

mau tanya, jika table nya 2x2 kemudian keterangan dibawah tabelnya 50% .. saya lihat hasilnya di Pearson chi squarenya atau di continuity correction ya pak... mohon bantuannya

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum mohon maaf pak mau tanya..
Untuk penggunaan odd rasio..
Apakah tergantung dari jenis pengambilan data atau dari uji statistiknya?

Anonim mengatakan...

selamat pagi pak, saya mau tanya saya mempunyai data sesudah dan sebelum penerapan decoy effect lebih baik pakai apa chi square atau paired t test atua keduanya?

Suseno Bimo mengatakan...

Anonim:gunakan uji fishe exact test

Suseno Bimo mengatakan...

Unknown:Waalaikumsalam,.penggunaan odd rasio bisa untuk semua jenis data, tetapi penjelasan hasil sesuai dengan jenis skala datanya.

Suseno Bimo mengatakan...

Anonim: gunakan uji paired t test

Unknown mengatakan...

Selamat MLM Pak saya mau tanya jika uji chi-square nilai di bawah tabelnya 50% di maka nilai yang kita gunakan yang mana pak dan apakah ada hubungan yang signifikan jika nilainya 014

Wykeyolanda mengatakan...

Pak kalau mau lanjut odd ratio dari uji cgiduare apakah ckp dg centang risk sj pak?

Suseno Bimo mengatakan...

Unknown : jika nilai signifkansi 0.14 artinya tidak ada hubungan yang signifikan karena nilai tersebut > 0.05

Suseno Bimo mengatakan...

Wykeyolanda : ya benar, untuk uji odd ratio, centang Risk.

Anonim mengatakan...

Kak tabel saya 3 x 2, dibawah tabel uji chi square tertulis 4 cells have expected count less than 5.. pakainya uji apa ya kak? Apakah bisa menggunakan uji fisher?
Terimakasih

Yeni mengatakan...

Pak..sy mau bertanya kalau hasil uji chi square nya mengatakan no statistik karena konstan bgm mencari ada hubungan atau tidak? Karena hasil penelitian nya semua responden baik dan puas semua.

Suseno Bimo mengatakan...

Anonim: Gunakan uji Pearson Chi-Square, kalau Fisher exact test untuk tabel 2 x 2.

Suseno Bimo mengatakan...

Yeni : karena hanya ada 1 kategori pada tiap variabel,maka nilai konstan. Jadi tidak cocok pelu uji chi-square.