29 November 2012

Uji Asumsi Klasik Heterokedastisitas dengan Metode Grafik

Dalam analisis Regresi Berganda, salah satu uji asumsi klasik adalah uji Heterokedastisitas. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan kepengamtan lain tetap maka disebut homokedastisitas. atau tidak terjadi heterokedastisitas. Salah satu cara untuk menguji ada tidaknya heterokedastisitas yaitu dengan menggunakan grafik.

Pelanggaran terjadinya heterokedastisitas mengakibatkan estimasi kuadrat eror terkecil tidak mempunyai varian yang minimum (tidak Best), sehingga hanya memenuhi karakteristik LUE (Linier Unbiased Estimator). Meskipun estimator kuadrat terkecil masih bersifat linier dan tidak bias.

Langkah analisis dengan SPSS, anda harus melakukan langkah analisis regresi terlebih dahulu. Hasil uji terlihat pada output di bawah ini.

Grafik Uji Heterokedastisitas

Pada grafik scatter plot di atas adalah uji heterokedastisitas. Jika pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas. Tetapi jika tidak ada pola yang serta titik-titik menyebar dari atas dan bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi pelanggaran. Penafsiran metode grafik perlu kehati-hatian, namun perlu diuji dengan metode lain. Ada alternatif : uji Park, Glejser, White, Goldfelt-Quandt, Breusch Pagan Godfrey dan uji Korelasi Spearman.

Download Artikel [TUTORIAL]





Tidak ada komentar: