01 Oktober 2011

ANALISIS KORESPONDENSI

"Correspondence analysis allows you examine the relationship between two nominal variables graphically in a multidimesional space. It computes row and colomn scores and produces plot based on the scores. Categories that a similar to each other appear close to each other in the plots. In this way, it is to see which categories of variable are similar to each other which categories of the two variables are related," (Hair, Anderson,Tatham,Black,1995)

[Analisis korespondensi mengizinkan untuk  menyelidiki hubungan antara dua variabel nominal dalam bentuk grafik pada  jarak multidimensi. Analisis ini menghitung skor pada baris dan kolom dan menghasilkan grafik berdasarkan skor tersebut. Kategori yang saling bermiripan tampak saling berdekatan jaraknya. Dalam hal ini, sangat mudah untuk melihat kategori mana yang saling bermiripan atau kategori mana antara 2 variabel yang berhubungan]
Sumber : Yamin dan Kurniawan, 2009

Dari penjelasan di atas sudah sangat jelas bahwa analisis korespondensi termasuk analisis multivariate untuk variabel yang bersifat interdependensi. Hubungan interdependensi atau saling ketergantungan antarvariabel dapat dilakukan dengan Multidimensional Scaling (MDS) dan Corespondence Analysis (CA). Hubungan ini dapat dilhat dalam bentuk grafik berdasarkan skor variabel. MDS dapat dilakukan  pada data non metrik (nominal dan ordinal) maupun data metrik (interval dan rasio) sedangkan CA untuk data non metrik (nominal).
Contoh penerapan pada bidang pemasaran yaitu untuk membandingkan objek dalam hal ini produk dengan pesaing-pesaingnya.
Untuk analisis korespondensi kali ini dilakukan dengan menggunakan syntax. Apa itu syntax? Syntax adalah sebuah perintah pemrograman, perintah ini sebenarnya identik dengan pengisian menu pada kotak dialog seperti lewat SPSS Data Editor. Perintah ini sangat sederhana dan mudah dipahami, karena SPSS merupakan software aplikasi bukan software pemrograman.


Artikel dapat didownload [PDF]

1 komentar:

Zafaransareth mengatakan...

Bisakah diterangkan lebih mendalam perbedaannya dengan MDS? Apa kelemahan Analisis korespondensi dibanding dengan MDS?